Karena ,sejumlah pihak menilai bahwa pihak Kominfo memberikan "alasan klasik" kepada media yang tidak masuk bermitra.
Dikutip dari media sidiknewss.com , Nashyta Usman, menyatakan bahwa langkah tersebut diambil demi menjaga kenyamanan bersama serta objektivitas proses administrasi.
“Untuk menjaga kenyamanan bersama serta objektivitas proses administrasi, kami tidak menyampaikan secara rinci kriteria internal penerimaan media yang bermitra dengan pemerintah daerah,” tulis Nashyta melalui pesan singkat WhatsApnya.
Akan tetapi , sejumlah wartawan yang merasa terpinggirkan memaparkan , bahwa jika proses seleksi benar-benar objektif dan profesional, mengapa standar atau parameter penilaiannya tidak dapat dipublikasikan secara terbuka?
Mereka menilai , praktik seperti itu merupakan bentuk perlakuan khusus atau diskriminasi dalam proses kemitraan.
Kendati demikian, hingga berita ini dirilis , pihak diskominfo kabupaten Soppeng belum dimintai penjelasan tambahan terkait isu atau dugaan yang mengemuka ini, Kamis (5/3).
(Editor: GOVAL)
Komentar0