SOPPENG - GOVAL NEWS - Dugaan adanya praktik pilih kasih dalam kemitraan media di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Soppeng mulai mencuat ke permukaan. Indikasi ini muncul setelah adanya pernyataan dari pejabat terkait yang menyebut adanya kelompok tertentu yang diprioritaskan.
kita juga menempatkan orang orang yang bisa dibilang memiliki kedekatan dengan orang terpenting di soppeng,” ujar Nasytha saat ditemui di ruang kerjanya tidak lama ini.
Pernyataan tersebut sontak memunculkan tanda tanya besar di kalangan insan pers. Sebab, kemitraan media dengan pemerintah daerah seharusnya dilaksanakan secara transparan dan berdasarkan kriteria yang jelas, bukan karena kedekatan ataupun pengaruh pihak tertentu.
Kecurigaan semakin menguat ketika tim media mencoba meminta data daftar media yang telah diakomodasi atau “dikafer” oleh Diskominfo Soppeng. Namun, Nasytha tidak dapat memperlihatkan data tersebut saat itu juga.
Ia berdalih bahwa data tersebut baru bisa ditunjukkan setelah prosesnya benar-benar selesai.
“Nanti ditunjukkan setelah semuanya fiks,” katanya singkat kepada media ini.
Alasan tersebut justru memunculkan spekulasi baru. Jika prosesnya memang berjalan objektif dan sesuai prosedur, seharusnya tidak ada alasan untuk menutup akses terhadap data yang berkaitan dengan penggunaan anggaran publik dan kemitraan dengan media.
Sejumlah jurnalis menilai, keterbukaan data merupakan bentuk akuntabilitas kepada publik. Apalagi program kemitraan media biasanya menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius apakah benar ada kelompok atau “kubu tertentu” yang diprioritaskan dalam kemitraan media di Diskominfo Soppeng?
Jika benar demikian, maka praktik tersebut berpotensi mencederai prinsip transparansi serta keadilan bagi media lain yang juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Diskominfo Soppeng belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait daftar media yang telah dikafer.
Publik kini menunggu keberanian Diskominfo Soppeng untuk membuka data tersebut secara terang-benderang, guna menjawab berbagai dugaan yang mulai berkembang di kalangan insan pers. Sabtu , (7/3/2026). Erwin Goval

Komentar0